SMINews.info || PANDEGLANG – Aktivitas MBG (SPPG) Yayasan Fastabaqul Khairat yang berlokasi di Kampung Parakan, Desa Banyu Mas, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, menuai sorotan warga. Pasalnya, MBG yang telah beroperasi hampir dua bulan itu diduga belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta tidak menyediakan lahan parkir, sehingga dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara motor yang melintas di Jalan Raya Saketi–Picung.

Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak operasional dapur MBG tersebut.
“Lokasinya tepat di pinggir jalan raya. Kendaraan parkir sembarangan, sangat rawan kecelakaan. Selain itu, kami juga mempertanyakan IPAL-nya, karena kegiatan dapur sudah berjalan hampir dua bulan,” ujarnya.
Tak hanya soal IPAL dan parkir, warga juga menyoroti menu makanan MBG. Disebutkan bahwa pada Rabu (14/01/2026), menu yang dibagikan kepada anak-anak PAUD dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.
Menanggapi berbagai sorotan tersebut, Rasudin, yang mengaku sebagai Kepala SPPG Yayasan Fastabaqul Khairat, memberikan klarifikasi tertulis kepada media.
“Waalaikumsalam. Terima kasih atas penyampaian informasinya. Tentunya saya selaku kepala SPPG akan mengklarifikasi beberapa hal,” ujar Rasudin.
Terkait IPAL, Rasudin mengakui bahwa belum sepenuhnya rampung. Namun ia menyebutkan bahwa sebagian sistem pengolahan limbah telah dipasang.
“Untuk IPAL, beberapa sudah dikerjakan, seperti penyaring minyak, lemak, dan sampah. Itu sudah dipasang di dua titik, yaitu di titik pengolahan dan titik pencucian ompreng. Namun untuk IPAL air bersih menuju selokan masih dalam tahap proses,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlambatan pembangunan IPAL disebabkan oleh kendala administrasi sewa lahan.
“Kemarin terkendala karena pemilik lahan belum menyelesaikan administrasi sewa. Insyaallah dalam waktu dekat IPAL sudah beres,” katanya.
Sementara terkait lahan parkir, Rasudin mengakui kondisi tersebut memang masih terbatas.
“Memang sebegitu adanya, Pak. Kami dari pihak SPPG sudah berkomunikasi dengan mitra, dan solusinya nanti lahan parkir akan diperlebar di depan rumah warga yang sudah memberikan izin,” ungkapnya.
Atas kondisi yang ada, Rasudin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
“Kami mohon maaf apabila keberadaan dapur SPPG ini mengganggu kenyamanan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan,” ujarnya.
Menanggapi keluhan soal menu makanan MBG, Rasudin menegaskan bahwa porsi dan kualitas menu telah sesuai perhitungan ahli gizi.
“Terkait menu yang dirasa kurang layak atau porsinya kecil, itu sudah sesuai hitungan ahli gizi. Adapun perbedaan jumlah tempe, itu kesalahan tim driver yang salah menurunkan porsi,” pungkasnya.
Meski klarifikasi telah disampaikan, warga berharap pihak terkait dan instansi berwenang segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi, mengingat MBG berada di jalur padat lalu lintas dan menyangkut keselamatan publik serta pemenuhan standar operasional.”
(Tim/Red*













