SMINews.info || BANTEN – Forum Guru Banten menyatakan kekecewaannya atas tidak adanya tanggapan terhadap surat silaturahmi dan audiensi yang telah dilayangkan kepada Gubernur Banten, Ketua DPRD Provinsi Banten, serta Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Forum Guru Banten menilai pemerintah daerah dan DPRD, khususnya Ketua DPRD Banten, terkesan tutup mata dan tutup telinga terhadap persoalan yang dihadapi para guru di Banten.
Koordinator Forum Guru Banten Wilayah Tangerang Raya, Septian, menuturkan bahwa pihaknya telah dua kali mengirimkan surat resmi kepada Gubernur Banten dan Ketua DPRD Provinsi Banten, namun hingga kini belum mendapatkan respons.
“Kami dari Forum Guru sudah dua kali bersurat untuk silaturahmi dan audiensi, mengingat persoalan guru di Banten kami nilai sangat pelik. Pengiriman surat pertama tahun lalu dan terakhir tiga minggu lalu. Namun sampai saat ini belum ada respons atau agenda pertemuan, baik dari Gubernur maupun Ketua DPRD,” ungkap Septian kepada awak media, Jumat (27/02/2026).
Menurutnya, permohonan audiensi tersebut bukan tanpa alasan. Forum Guru Banten ingin menyampaikan langsung berbagai keresahan yang dirasakan para guru di wilayah Banten.
“Kami ingin Gubernur Banten dan Ketua DPRD mendengar langsung keresahan para guru, mulai dari persoalan guru paruh waktu, guru honorer, hingga berbagai persoalan lain yang menjadi keluh kesah guru di Banten. Kami sangat menyayangkan, untuk sekadar bersilaturahmi saja terasa sulit dan tidak responsif,” lanjutnya.
Sementara itu, di tempat terpisah, Koordinator Forum Guru Banten, Dadang Hidayat, juga menyoroti sikap pemerintah dan DPRD Provinsi Banten yang dinilai seharusnya dapat menjadi teladan dalam keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat, khususnya kalangan pendidik.
“Seharusnya sebagai pemerintah dan DPRD Provinsi, dalam hal ini Ketua DPRD, dapat memberikan teladan dan menjadi role model dengan tidak abai terhadap ajakan silaturahmi dan audiensi. Harus terbuka dan membuka diri terhadap aspirasi para guru,” tegas Dadang.
Meski demikian, Dadang berharap masih ada itikad baik dari pihak terkait untuk segera merespons permohonan audiensi tersebut. Ia menduga padatnya agenda kegiatan menjadi salah satu faktor belum adanya tanggapan.
“Mungkin semua sedang sibuk dengan banyak kegiatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada respons, sehingga ajakan silaturahmi dan audiensi kami tidak terkatung-katung. Harapannya, apa yang menjadi keresahan para guru bisa tersampaikan dan dapat diakomodir,” pungkasnya.













