Lebak – Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, kegiatan belajar mengajar di PKBM Muslim Cendikia2 Cilograng tetap berjalan secara konsisten. Lembaga pendidikan nonformal ini terus berupaya memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak putus sekolah dan masyarakat yang ingin mengejar pendidikan Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA.
PKBM Muslim Cendikia 2 Cilograng hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan masyarakat, khususnya bagi warga usia wajib belajar yang terhambat melanjutkan pendidikan formal karena faktor ekonomi, geografis, maupun sosial. Dengan fasilitas yang sederhana dan tenaga pendidik yang penuh dedikasi, proses pembelajaran tetap dilaksanakan secara rutin dan terarah.
Upaya tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat (1) yang menegaskan bahwa “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”, serta ayat (2) yang menyatakan “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.”
Pengelola PKBM Muslim Cendikia 2 Cilograng Bp. Andi Nuryani menyampaikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkontribusi dalam dunia pendidikan.
“Kami menyadari fasilitas kami masih sangat terbatas, namun semangat untuk mencerdaskan anak bangsa tidak boleh berhenti. PKBM ini kami jalankan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak putus sekolah agar mereka tetap memiliki masa depan yang lebih baik melalui pendidikan,” ujar Pengelola PKBM Muslim Cendikia 2 Cilograng.
Senada dengan hal tersebut, Kepala PKBM Muslim Cendikia 2 Cilograng Ust Cecep Cupriadi menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya berkomitmen mendukung program wajib belajar dan pendidikan kesetaraan.
“PKBM adalah alternatif pendidikan yang sah dan diakui negara. Kami berusaha memastikan peserta didik Paket B dan C mendapatkan hak belajar yang layak, meskipun dengan sarana yang sederhana. Yang terpenting adalah keberlanjutan belajar dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya.
Para tutor PKBM pun menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendampingi peserta didik. Dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga belajar, proses belajar mengajar tetap berlangsung aktif dan partisipatif.
“Mengajar di PKBM bukan hanya soal menyampaikan materi, tapi juga membangun kembali kepercayaan diri peserta didik yang sempat putus sekolah. Kami ingin mereka yakin bahwa pendidikan tetap bisa diraih di usia berapa pun,” tutur Saepulloh salah seorang Tutor PKBM Muslim Cendikia 2 Cilograng.
Sementara itu, salah satu perwakilan peserta didik Paket C mengaku bersyukur dengan keberadaan PKBM Muslim Cendikia 2 Cilograng.
“Kami merasa terbantu. Meski tempat belajarnya sederhana, para tutor sangat peduli dan terus memotivasi kami. PKBM ini memberi harapan agar kami bisa memiliki ijazah dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Keberadaan PKBM Muslim Cendikia 2 Cilograng diharapkan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, agar layanan pendidikan kesetaraan dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
Melalui perannya, PKBM Muslim Cendikia 2 Cilograng membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana cita-cita luhur yang tertuang dalam konstitusi negara.
(Red)













